You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pengawasan keramba nelayan kepulauan seribu anita ist
photo Istimewa - Beritajakarta.id

Monitoring Budi Daya Perikanan di Pulau Tidung Diperkuat

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu memperkuat pengawasan aktivitas budi daya perikanan melalui monitoring langsung ke keramba jaring apung milik sejumlah kelompok nelayan di Pulau Tidung, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan.

"Pengelolaan keramba oleh masyarakat"

Wakil Bupati Kepulauan Seribu, Aceng Zaeni mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk memastikan praktik perikanan berjalan selaras dengan prinsip kelestarian lingkungan serta tidak menimbulkan pencemaran.

40 Kilogram Lele Dipanen di Keramba Merah Putih Semper Timur

"Monitoring ini penting untuk melihat langsung bagaimana pengelolaan keramba oleh masyarakat. Kami ingin memastikan kegiatan ekonomi di sektor perikanan tetap berjalan," ujarnya, Kamis (9/4).

Aceng menjelaskan, keberadaan keramba jaring apung harus diimbangi dengan kesadaran ekologis para nelayan, termasuk dalam pengelolaan pakan, limbah, serta kepadatan tebar ikan.

"Kami mendorong kelompok nelayan agar semakin memahami bahwa menjaga ekosistem laut adalah kunci keberlanjutan usaha mereka sendiri," terangnya.

Ia menekankan pentingnya membangun hubungan yang harmonis antara masyarakat pesisir dan alam. Sebab, hal ini menjadi dasar dalam menjaga keseimbangan ekosistem di wilayah kepulauan.

Selain melakukan pengawasan di sejumlah keramba, pihaknya juga berdialog dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ketua kelompok nelayan setempat guna menyerap aspirasi dan memperkuat kolaborasi.

"Kegiatan monitoring ini masih terus berlanjut di pulau lainnya. Diharapkan aktivitas para nelayan berjalan optimal dan berkelanjutan," ungkapnya.

Sementara itu, Dewan Kabupaten Kepulauan Seribu, Munawar Salagau mengapresiasi langkah pemerintah daerah dalam melakukan monitoring sebagai upaya konkret menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Menurutnya, praktik budi daya yang berlebihan tanpa pengelolaan yang baik berpotensi merusak kualitas perairan serta menurunkan produktivitas dalam jangka panjang.

"Semoga para nelayan dapat terus meningkatkan kualitas pengelolaan budidaya perikanan agar tetap produktif, namun tetap ramah lingkungan," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Transjakarta Apresiasi Pelanggan Cilik Pengguna Setia Mikrotrans di Jaktim

    access_time11-10-2026 remove_red_eye28458 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Tera Perangkat SPKLU Pastikan Pengukuran Energi Listrik Akurat

    access_time09-10-2026 remove_red_eye11467 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Petugas Berhasil Evakuasi Jenazah di Kali Ciliwung

    access_time08-10-2026 remove_red_eye6868 personNurito
  4. MRT Jakarta Integrasikan Pembayaran Tiket JakLingko Mulai 12 Oktober 2026

    access_time09-10-2026 remove_red_eye3782 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Jalan Tembus Kelapa Gading-Pulogadung Permudah Mobilitas dan Aksesibilitas Warga

    access_time09-10-2026 remove_red_eye1555 personAldi Geri Lumban Tobing